Kamis, 24 Desember 2020

KEUTAMAAN SILATURRAHMI


 Keutamaan Silaturahmi

Oleh : m dian rifqi 
Pai non pns kecamatan berbek

Kata silaturahmi berasal dari bahasa Arab yakni Shilah yang artinya hubungan atau sambungan dan Ar- rahim yang bermakna kerabat atau saudara.

Kata Rahim sendiri berasal dari rahim perempuan, menunjukkan sebuah hubungan karib kerabat karena dekatnya nasab atau keturunan.


 dalam Bahasa Indonesia silaturahmi artinya tali persahabatan (persaudaraan), dan bersilaturahmi yang artinya mengikat tali persahabatan (persaudaraan). 

Sejatinya, silaturahim dalam Islam  dimaknai sebagai menghubungkan tali persaudaraan antara karib kerabat, baik yang disebabkan nasab maupun hubungan pernikahan.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslimmenyatakan, silaturahmi adalah berbuat baik kepada karib kerabat sesuai dengan keadaan orang yang menghubungkan dan orang yang dihubungkan. Terkadang menggunakan harta, adakalanya dengan memberi bantuan tenaga, sekali waktu dengan kunjungan, atau dengan memberi salam, dan lain sebagainya.

Silaturahim ditujukan bagi orang yang punya hubungan kurang baik dengan kerabatnya, kemudian ia hendak memperbaikinya.

Rasulullah Muhammad Saw bersabda;

 

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

"Orang yang menyambung silaturrahmi bukanlah yang memenuhi (kebutuhan), melainkan orang yang menyambung hubungannya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus." (HR. Bukhari)

 

Dalam sebuah riwayat, disebutkan kisah mengenai silaturahim Asma binti Abu Bakar dengan Qutailah binti Abdul Uzza, ibundanya yang non-muslim.Karena kerinduan yang mendalam, maka Qutailah mengunjungi Asma di Madinah. Ia membawakan beberapa makanan untuk putri tercintanya itu.

Setibanya Qutailah di Madinah, Asma justru ragu untuk menemui dan menerima hadiah dari ibu kandungnya itu. Asma akhirnya bertanya kepada Rasulullah Saw.

“Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku dan dia sangat ingin aku berbuat baik padanya, apakah aku harus tetap menjalin hubungan dengan ibuku?”

“Ya, sambunglah silaturahim dengannya,” tutur Rasulullah Saw. (Disarikan dari HR. Bukhari)

Demikianlah, hubungan Asma binti Abu Bakar dan Qutailah sempat terputus lantaran perempuan berjulukan Dzatu nithaqain ini masuk Islam, sedangkan ibundanya tetap memeluk agama nenek moyang. Selain itu, keduanya juga terpisah jarak yang cukup jauh setelah Asma dan ayahnya hijrah ke Madinah.

Akan tetapi Rasulullah Saw memerintahkan putri Abu Bakr ini untuk tetap bersilaturahmi meskipun ibu kandungnya bukanlah seorang Muslimah. 

Di Indonesia, istilah silaturahmi justru cenderung dimaknai lebih luas, tidak hanya untuk memperbaiki hubungan yang sempat terputus, tetapi juga ikatan yang dari awal memang baik-baik saja. Juga tak hanya ditujukan kepada karib kerabat saja, melainkan kepada siapapun.

Keutamaan silaturahmi

Menyambung tali persaudaraan adalah perkara mulia yang amat dianjurkan. Rasulullah Saw bahkan pernah memberi peringatan bahwa orang yang memutus silaturahim tidak akan masuk surga. 

Di samping itu, silaturahim juga memiliki berbagai keistimewaan, beberapa di antaranya dapat memudahkan rezeki dan memanjangkan umur.

Nabi Muhammad Saw bersabda: 

من كان يوامن بالله واليوم الاخر فليصل رحمه  Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi...(HR. Bukhari)

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah Saw bersabda 

“Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan sisa umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar al-Atsqalani dalam Fathul Bari bi Syarhi Shahih Al-Bukhari mengemukakan, arti dibentangkan rezekinya adalah ditambahkan keberkahannya. Karena berilaturahim dengan kerabat termasuk sedekah, dan sedekah bisa mengembangkan dan menambahkan harta.

Jumat, 04 Desember 2020

BAHAYA NARKOBA BAGI KESEHATAN

        BAHAYA NARKOBA BAGI KESEHATAN.

OLEH : dian rifqil efendi spdi.

penyuluh agama islam non pns kec.berbek.

      Tentunya sudah tidak asing lagi mendengar kata narkoba,saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.

Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Ingatlah sebuah sabda rosululloh s.a.w

كل مشكر حرام

 "Bahwa setiap yg memabukkan itu haram hukumnya."

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah.:.

NARKOTIKA JENIS SINTESIS.Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

NARKOTIKA SEMI SINTESIS..Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-laiN

NARKOTIKA JENIS ALAMI:Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

DEHIDRASI : Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

HALUSINASI : menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

KEMATIAN : Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian.

SEMOGA KITA SEMUA MAMPU UNTUK MEMBAWA ANAK-ANAK KITA SELAMAT DARI PENGARUH DAN BAHAYANYA NARKOBA.

SEMOGA ALLOH SENANTIASA MENJAGA KITA SEMUA DARI PENGARUH NARKOBA.

AMIIN 🙏🙏

Made with passion by Vicky Ezra Ima

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH

Keutamaan Shalat Berjamaah. OLEH: DIAN RIFQIL EFENDI SPDI PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KECAMATAN BERBEK      Sholat berjamaah merupakan sala...