PERKOKOH IMAN PERKUAT IMUN TANGGUH MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit ini tergolong baru, pertama kali ditemukan di Wuhan, Hubei, China tahun 2019. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga berat, dan tidak sedikit juga pasien yang sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Lansia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis (PPOK), dan kanker merupakan kelompok resiko tinggi dan sangat dimungkinkan mengalami gejala yang berat hingga berakhir dengan kematian.
Penyebaran virus ini semakin masif hingga pada akhirnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah COVID-19 sebagai pandemi global. Hingga saat ini, peneliti masih terus berusaha menemukan obat yang paling baik untuk menyembukan penyakit ini, disamping terus dilakukannya penelitian untuk menemukan vaksin terhadap virus COVID-19 (virus SARS-cov tipe 2).
Bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi pandemi ini?
Berikut adalah beberapa nasihat dari Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazaq Al-Badr (guru besar di Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi) tentang bagaimana kita seharusnya menghadapi wabah virus ini:
Pertama: Setiap Muslim Hendaknya Tawakal kepada Allah SWT.
Perlu diingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kuasa Allah dan sudah menjadi takdir-Nya.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
dengan kata lain, semua yang terjadi di dunia ini adalah atas izin Allah SWT dan tentunya ada hikmah dan kebaikan yang dapat kita pelajari dan mengambil ilmunya meski dari kejadian buruk atau musibah sekalipun. Dengan munculnya penyakit baru sekaligus menyebabkan wabah di seluruh dunia yaitu COVID-19 ini, daripada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin, daripada menyalahkan keadaan, sikap yang harus kita hadirkan diantaranya adalah menguatkan ketakwaan, keimanan, ibadah, dan amal saleh yang dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Kedua: Menjaga Aturan Allah.
Ketika kita menjaga aturan Allah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, tentu Allah juga akan menjaga kita dalam setiap kondisi.
Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)
Berdasarkan firman Allah tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa sebagai Muslim yang beriman kepada Allah, kita juga diperintahkan untuk mematuhi Pemimpin, yang mana sebagai rakyat Indonesia artinya kita harus mematuhi Pemerintah Indonesia. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, Indonesia sedang menghadapi Pandemi COVID-19 dan Pemerintah serta jajarannya termasuk garda terdepan (Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan) telah berupaya menanggulangi masalah COVID-19 di Indonesia melalui upaya pengobatan, penelusuran kasus dan pencegahan bagi masyarakat yang sehat dengan membuat aturan dan kebijakan terkait langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran virus COVID-
Ketiga: Ingatlah Keadaan Seorang Mukmin Antara Bersyukur dan Bersaba
Pada hakikatnya, kehidupan dunia ini adalah ujian. Ketetapan dari Allah SWT bahwa ujian didatangkan kepada manusia dalam ragam bentuk, mulai dari ketakutan, kekurangan, hingga paceklik. Untuk itu kita juga harus bersabar dalam menghadapi wabah ini.
Allah SWT berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ , الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ . أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kembali kepada Allah). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).
Dengan demikian, perlu disadari bahwa ujian ini datangnya dari Allah SWT, maka tidak ada cara terbaik untuk mendapatkan jalan keluar selain dengan kembali dan meminta pertolongan Allah dengan senantiasa berdoa kepada-Nya.
Keempat: Ikhtiar
Melakukan ikhtiar untuk mencari sebab penyakit sehingga bisa melakukan pencegahan dan untuk mendapatkan pengobatan. Berobat dan mencari sebab tidaklah bertentangan dengan tawakal
Beberapa bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan dalam menghadapi wabah COVID-19 ini adalah:
- Membatasi aktivitas diluar rumah (#StayAtHome)
- Melakukan Physical distancing
- Menghidari kerumunan/ kegiatan yang mengundang keramaian
- Menggunakan masker keluar rumah
- Cuci Tangan Pakai Sabun sesering mungkin (dianjurkan selama 20 detik)
Kelima: Perkuat Diri Dengan Dzikir, Terutama Rutinkan Dzikir Pagi dan Petang
Memperkuat dan perbanyak dzikir pagi dan petang seperti yang telah disyariatkan bagi umat islam.
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (QS. Qaf: 39).
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ
“Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan waktu kamu berada di waktu pagi hari” (QS. Ar-Rum:17).
disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)
Keenam: Cerdas dalam Memilah Informasi
Pintar Menyaring Berita dengan mengkonfirmasi dan menemukan sumber yang terpercaya terlebih dahulu.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).
Mari kita sama sama terus bermunajat kepada Alloh swt ,semoga balak pandemi ini segera diangkat dan berakhir, dan kehidupan serta aktifitas kembali normal.Aamiin